Miris, Bulan Ramadhan Sekelompok Pemuda Kelurahan Ipilo Asyik Dugem di Tengah Jalan

by -575 Views

Gorontalo. Festival Tumbilotohe (malam pasang lampu) yang di selenggarakan masyarakat Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo menuai kecaman sejumlah warganet.

Dari vidio yang dibagikan akun tiktok aleks_Ipilo, terlihat sejumlah remaja laki dan perempuan tumpah ruah ditengah jalan sambil berjoged ria, di iringi musik dari band lokal Gorontalo.

Vidio ini pun menuai kecaman dari sejumlah warganet, yang menilai ulah sejumlah pemuda kampung yang asyik berjoged ria di tengah jalan tidak mencerminkan nilai filosofis dari tumbilatohe itu sendiri.

Akun tiktok pecinta_budaya menuliskan “astaga masih suasana ramadhan ini, kinapa so ba dugem di tengah jalan” , sementara itu akun tiktok lainnya juga mengomentari postingan aleks_ipilo itu dengan “so ini yang bekeng macet jalan karna drng so pake dugem“.

Menanggapi dugem ditengah jalan, yang dilakukan sekelompok pemuda di Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo Ketua Forum Pemuda Masjid Gorontalo (FPMG) Ibrahim Sune menyayangkan perbuatan yang dinilai kurang etika tersebut.

Menurut Ibrahim, Provinsi Gorontalo yang dikenal dengan falsafah “Adat Bersendikan SARA, SARA Bersendikan Khitabullah” sehingga setiap tradisi yang dilakukan masyarakat di Gorontalo tentunya tak lepas dari nilai religi yang terkandung di dalamnya.

Tumbilotohe sendiri merupakan warisan budaya yang dilaksanakan setiap tanggal 27 Ramadhan, hal ini mengandung makna dari para leluhur dulunya menjelang berakhir Ramadhan semangat beribadah dengan memakmurkan mesjid itu tetap terjaga, sehingga setiap jalan dipasangi lampu yang dalam bahasa gorontalo disebut tumbilotohe, kebiasaan ini terus dilakukan sehingga menjadi tradisi, ungkap Ibrahim.

Tujuan tumbilotohe itu supaya masyarakat yang dulunya di gorontalo masih gelap gulita belum ada listrik tidak takut datang ke mesjid, namun saat ini justru sudah menggunakan lampu listrik ada juga lampu disko dan asyik dugem di jalan, sehingganya ibrahim menyarankan ke pemerintah provinsi Gorontalo kedepannya untuk meniadakan festifal lampu listrik dan dugem ditengah jalan.

Lebih baik dikembalikan lagi seperti dulu menggunakan lampu padamala, atau lampu botol bukan lampu warna warni sambil dugem di tengah jalan, pungkas ibrahim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.